Loading

+ subscribe

Rebranding

20 kesalahan yang sering dilakukan marketer ketika Rebranding – dan bagaimana menghindarinya.

Marketer yang cerdas selalu berusaha untuk menjaga produk mereka agar tetap berkembang. Beberapa dapat melakukannya dengan baik, sedangkan yang lain menjadi incaran sinis para blogger. Untuk mendongkrak kesuksesan rebrand anda selanjutnya, berikut ini beberapa kesalahan yang umum dilakukan:

1.    berpijak pada sejarah
Rebranding yang baik artinya tetap berkembang. Asumsi dibuat ketika produk telah bertahan dan tidak lagi sesuai. Analisa perubahan dalam target pemasaran ketika menelusuri kesempatan untuk ekspansi produk repositioning dan revitalizing

2.    berpikir bahwa brand hanya sebatas logo, alat2 tulis, surat menyurat atau corporate colors.
Produk meliputi semuanya, mulai dari persepsi pelanggan dan pengalaman, kualitas, peenampilan dan rasa, customer care, retail dan web environments, tone dan suara dalam berkomuniksi, dan sebagainya.

3.    berjalan tanpa rencana
rebrands yang efektif diatur dalam pengarahan yang kreatif untuk menjaga agar semuanya tetap focus dalam perbaikan projek termasuk bagian untuk menganasila situasi, tujuan,target pasar, biaya dan tenaga kerja, time frame, point person, parameter , approval structure, stakeholder dan metrics for assessing results.

4.    menolak untuk menyewa branding consultant tanpa pengalaman industri
hal yang wajar untuk mempertimbangkan sebuah agensi yang belum pernah mengenal atau bekerja dalam skup industri anda sebelumnya. Terkadang memang ideal-khususnya jika anda memang serius untuk beralih. Perusahaan yang pintar mengenali nilai dari perspective yang segar atau dengan sudut pandang yang berbeda.

5.    tidak mengangkat kelebihan dan kewajaran dari produk lama
menghilangkan kelebihan produk yang sudah ada ketika rebranding menjauhkan dari pelanggan tetap, dan ketika semua terlaksana perubahan yang tidak perlu dapat merubah atau merusak persepsi dari produk itu sendiri. Menyadari kebutuhan dan pola pikir dari target pasar, harus di pikirkan dengan cermat sebelum menuju proses. Kadang-kadang evolusi kecil, seperti penggantian color, hanya itu yang dibutuhkan untuk memperbarui dan membuat produk tetap relevant, tanpa harus merubah frontal bentuk dasarnya.

6.    tidak mencoba pendapat pelanggan atau publik (*survei)
hanya dengan menelpon membuka kesempatan untuk bertemu dengan pelanggan dan menginformasikan strategi rebranding product anda. Beli produk anda dan mendapatkan sesuatu. Lebih baik lagi, mintalah pada teman atau keluarga melakukan hal yang sama dan belajarlah dari pengalaman mereka.

7.    kurang dipercayanya sebuah brand adalah sebuah miniatur dari product dan usaha anda
kisah dari rebrand harus dapat memberikan gambaran dari produk yang dapat di percaya dalam jangka waktu yang lama didalam persepsi pelanggan. Juga harus dapat mendapatkan kepercayaan dari orang dalam pula. Jika pekerja yang berkecimpung dengan produk ini sehari-harinya tidak mempercayainya, begitu pula target orang-orang yang ada.

8.    membatasi pengaruh dari branding partner
konsultan branding lebih bagus dari pada hanya seorang graphic designer. Salah satu yang dapat mengembangkan produk baru, melebarkan focus secara demographic dan bahkan kelancaran pengoperasian bisnis itulah fungsi dari konsultan branding. Kendalikan sesuai kebutuhan, tetapi jangan membatasi pengaruh mereka.

9.    terlalu mempercayai biaya yang besar untuk mencapai rebranding yang bagus
berpikiran cerdas bahwa tidak harus mengeluarkan ratusan juta untuk membayar proses rebranding. Anda bisa mendapatkan pemikiran yang bagus dan strategi dan kuat dari agensi brandaing yang kecil dan berbakat, konsultan dan in-house talent. Mempertimbangkan mahasiswa universitas atau firma kecil untuk hasil biaya yang efektif.

10.    tidak ada perencanaan panjang untuk adaptasi
merupakan hal yang sangat menggiurkan bagi anggota team untuk pergi setelah presentasi akhir, bagaimanapun ini hanyalah permulaan dari jangkauan akhir. Proses implementasi mungkin memerlukan adaptasi untuk rebrand rolls out.  Pertahankan tim dan konsultan untuk tetap bersama selama implementasi.

11.    melewati aturan awal
Jagalah semua pelanggan dalam titik tertinggi ketika sedang rebranding.

12.    tidak menghubungi call center
terkadang mengabaikan sesi strategi produk, customer service dan staff front line dapat mengarahkan pada informasi yang berharga. Ini adalah pepatah yang berlawanan- tempat dimana pelanggan adalah orang yang paling jujur, tak peduli bagaimana hasil dari survey.

13.    lupa bahwa orang laen tidak melakukan apa yang mereka katakan [mereka melakukan pekerjaannya]
berhati-hati ketika menghadapi strategi rebranding ketika berada dalam focus group-tipe riset. Kecuali anda secara fisik berada dalam lingkungan pelanggan mengamati mereka yang sedang menggunakan produk atau servis anda, anda tidak akan mendapatkan semuanya. Observasi langsung, terkadang tidak perfect, tapi akan membuat anda mendekati solusi yang tepat.

14.    diperintah dan diintimidasi oleh konsultan
merupakan tanggungjawab klien untuk menggulung segalanya jika memungkinkan. anda harus tetap mengetahui lebih mengenai produk anda dan organisasi perusahaan anda, pandangan yang fresh dan tidak terkekang.

15.    menunjuk orang yang salah
umpamanya anda telah dipekerjakan untuk memimpin kosulta produk yang penting, kualitas penyelesaian pekerjaan tergantung pada suara, kemampuan pengetahuan dalam managemen projek. Pastikan orang dalam yang ditunjuk memiliki keahlilan, waktu dan tenaga kerja untuk memenejemeni dan berkerja sama dengan agensi untuk hasil kerja yang paling efektif.

16.    strategi dibuat oleh panitia
terlalu banyak opini yang menunda proses rebranding dan menyebar focus dibutuhkan untuk mencapai ROI. Mempertahankan autoritas persetujuan penting ke dalanm sebuah daftar yang efisien, dan susunlah menjadi yang terkecil, yang paling penting  team projek yang memungkinkan. Termasuk campuran berbagai level-tidak hanya eksekutif saja.

17.    rebranding tanpa riset
Lakukan riset kepada pelanggan anda, karena lewat mereka kemungkinan anda akan banyak dapatkan masukan dan info mengenai product anda yang mungkin tidak pernah anda duga, dan hasilnya akan didapatkan solusi dan pengembangan yang inovatif di dalam proses rebranding product anda.

18.    beriklan berdasarkan rebrand
sebuah kampanye iklan dan slogan tidak sepadan dengan peletakan produk. Strategi produk seharusnya memimpin iklan bukan sebaliknya. Kadangkala rebrand yang paling efektif tidak memasukkan iklan tradisional.

19.    focus
hanya focus pada industri anda sendiri dapat mambatasi. Ketika rebranding, kawin silang [bertukar] pikiran dengan leader di industri lain yang berkenaan dengan pelanggan, retail dan penanganan pelanggan.mengambil pemikiran dari industri yang berbeda dan anjurkan agen anda untuk melakukannya.

20.    merasa bahwa anda terlalu kecil untuk melakukan rebrand
setiap produk perlu penyegaran/pembaruan untuk dapat bertahan dalam pasar yang berkembang. Perusahaan yang lebih kecil dan non-profit tidak kebal, seperti produk yang lebih besar, mereka juga punya posisi produk  yang harus upgrade. tetapkan produk anda atau akan ditetapkan.

contoh ^_^ pizza hut rebranding

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.1_1087]
Rating: +1 (from 1 vote)
Rebranding, 10.0 out of 10 based on 1 rating

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>