
Libya, negara kaya minyak di belahan bumi arab, adalah salah satu negara yang disiriki oleh Opa Sam (Amerika Serikat). Ini karena sikap pemimpinnya yang nyentrik dan nyleneh rada radikal juga, si Moammar Khadafy, yang pembangkang dan tak mau mengakomodasi kepentingan AS.
Persilangan kepentingan ini di sepanjang usia kekuasaan Khadafy itu lebih banyak diwarnai ketegangan panjang karena AS tidak memiliki dasar kuat untuk mengambil langkah militer. Begitu terdapat sebuah kesempatan dan momentum atas bergejolaknya krisis pemerintahan di negara-negara arab (* mungkin ini juga sebuah sekenario besar dari pihak tertentu untuk berupaya memegang kontrol akan sumber minyak di dunia ). Bagaikan dapat angin segar didukung oleh beberapa kosa kata dari si PBB AS langsung bablas menyapu membombardir ibu kota Libya Tripoli.
Alasan formal dari koalisi adalah mengemban tugas misi kemanusian dari si PBB, untuk mencegah pembantaian penduduk sipil oleh rezim Khadafy. Kenyataannya pembombardiran pasti akan memakan banyak korban jiwa dan pasti tidak dapat di kontrol korbannya sapa aja, yang jelas kenyataannya si sipil ga kalah banyak pula yang jadi dendeng.
Perasaan setelah mengikuti perkembangan perang Libya ini lama2 tujuannya sudah berbeda. koalisi berusaha menggulingkan si Khadafi ini bukan melindungi warga sipil seperti tujuan awalnya.
Ah Akal2 ini sudah bisa diduga pi ya syudahlah emang dunia arab di ciptakan untuk selalu panas kali yak, apa2 panas disono mulai udara yang panas, orangnya yang panasan
kekayaannya juga bikin panas dunia xi..xi..xi..
Ya yang jelas perang ini pasti akan lama, ya kita hanya bisa mendoakan sodara2 manusia seperti kita yang ada disana semoga mereka di beri kekuatan lebih dari biasanya amin…

